Menjadi dewasa

#talk 3

Percakapan-percakapan yang hilang, mata mengantuk, dan jam-jam tidur yang pernah kau ubah menjadi satu cerita, sudah tidak lagi ada pada jalannya. Senja sudah mulai kehilangan langitnya. Bulan sudah mulai kehilangan gaun putihnya. Kita bertemu, saling suka, benci, kemudian pergi. Kebelakangan ini dunia sedang tidak baik-baik saja. Entah apapun itu masalahnya, kita dipaksa untuk menerima baik-baik meskipun melihat dia pergi dengan yang lain. 

Life has never been easy.

Hal-hal yang sudah menjadi rutin antara kita kini sudah tidak kelihatan. Dan sekarang, aku hanya belajar untuk terbiasa tanpa ucapan selamat malam dari kamu. Semua jadi begitu cepat. Tentang bagaimana tumbuhnya perasaan, tentang bagaimana seseorang tidak rasa bersalah menyembunyikan sesuatu hal yang penting, tentang bagaimana cara untuk meminta maaf tanpa mengatakan hal tersebut, ataupun tentang bagaimana untuk jujur dengan diri sendiri.

Dan tanpa sedar, beberapa hal-hal sakit yang kita lalui membuat kita dewasa hari ini. Belajar dari hal-hal sedih yang selalu saja datang tidak tepat waktu, belajar untuk menerima kenyataan bahwa rumah nyaman yang dia mahukan itu tidak ada dalam diri kamu. Apapun itu pada akhirnya, kita dipaksa untuk belajar terbiasa. Sometimes, we meet someone, think that they're gonna be with us for the rest of our lives, and it never happens.



And i'm still here. Waiting for myself. Just sitting in my bed, remembering every mistake i've ever made. It's disappointing and sad, both at once. When your head is overwhelmed with unspoken words.

if one day i'd be gone, who am i to those i left? i mean, is there a special space for me inside their heart? what's in their mind when someone says my name? am i good enough to be remembered? do they smiles while picturing myself? oh, how is it? tell me how would they even describing me? no. nvm. let's say their life is a cup of coffee, so what would i be to them? am i the sugar or am i the cup? am i the water or am i the coffee? am i something or nothing at all?

tapi pada akhirnya, hidup masih saja sendiri.

Ulasan